-
Tinja dalam Susastra – 100 Esai (1981-2026)

Seratus esai di dalam buku ini, semuanya memang esai, tetapi dalam berbagai format: opini surat kabar, kolom majalah, resensi buku, pengantar, makalah diskusi, kajian tekstual, pidato, setengah-kredo, argumen penjurian, obituari, memorial, features, dan … ada juga endorsement! Terentang dari tahun 1981 sampai 2026, susastra terbincangkan dalam berbagai cara dan sudut pandang, selain dapat pula ditengok…
-
Sejarah Estetika (Cetakan ke-3)

Sejarah estetika adalah perjalanan pemikiran filsafat yang merentang selama lebih dari 2000 tahun. Di dalam jalur itu, estetika tidak cukup lagi dimaknai sebagai filsafat keindahan, melainkan filsafat kesenian. Peralihan dari estetika modern ke kontemporer, misalnya secara filosofis mewujud dalam interogasi ulang atas sejumlah besar anggapan yang telah berlaku umum dalam sejarah seni/estetika. Betapa peliknya definisi…
-
Pada Tengah Malam Peradaban: Walter Benjamin tentang Seni dan Sejarah

Dunia kita hari ini bisa dikatakan merupakan pengulangan kembali sejarah dalam baju yang berbeda dari era kehidupan Walter Benjamin (1892-1940). Benjamin, sebagaimana pemikir yang lain di era itu, berjibaku tidak hanya di dalam pikiran tetapi pula di dalam pengalaman, dengan kondisi dunia yang centang perenang: PD I dan awal PD II. Mereka terkesima dan berupaya…
-
APA RAKYAT BISA SALAH? Masalah Epistemik Demokrasi & Solusinya

Dalam demokrasi yang ukuran kebenaran dari setiap keputusan politiknya adalah suara rakyat, dalam arti apa suara rakyat bisa salah? Buku ini menghadirkan demokrasi sebagai problem epistemologis: problem penghitungan kebenaran bersama. Dalam demokrasi, penghitungan itu bertumpu pada transparansi pengetahuan-diri rakyat: suaranya diasumsikan selalu benar. Namun, aumsi ini keliru sebab ada fenomena suara-lebih. Kita butuh pergeseran paradigmatis:…
-
Pohon/Kayu | Monografi Anusapati

Anusapati lahir di Solo, 1957. Pada 1976 ia masuk STSRI ‘ASRI’ di Yogyakarta, memilih Jurusan Seni Patung. Jurusan yang berdiri pada 1960 ini adalah pendidikan formal untuk seni patung pertama di Indonesia. Pada 1985 ia menjadi pengajar di sana, dan pada 1987 memperoleh beasiswa dari Fulbright untuk belajar di Pratt Institute, Brooklyn, New York, Amerika…
-
Gong Dekonstruksi Wayan Sadra

I Wayan Sadra (1954-2011) adalah pengrawit tradisi, akan tetapi ia mampu mengembangkan konsep bermusiknya dalam ekspresi alat-alat nontradisi karawitan. Sadra, sebagaimana disebut sejarawan musik, Dieter Mack, hampir tidak melewatkan obyek apa pun tanpa mengeksplorasikan bunyi-bunyinya. Dia memiliki minat yang kuat atas segala bunyi dan wahana, tetapi sekaligus sangat sadar tentang implikasi semua sumbernya. Sekali waktu…
-
Seni, Iman, Islam – Kumpulan Esai Seni Rupa dan Agama (1957-1987)

Seni adalah wujud pengetahuan, yakni pengetahuan subjektif yang berterima dalam hubungan antarsubjek. Berbeda dengan ilmu, seni memantik kesadaran akan yang esensial dan sentral perihal manusia, alam dan Allah. Ilmu bekerja dengan metodologi ilmiah dan dibatasi ranah empiris, sedangkan pengetahuan seni bersumber dari lingkungan terdalam sekaligus tersembunyi. Itulah kredo Ahmad Sadali (1924-1987) sebagai seniman/intelektual muslim terkemuka.…
-
Pemberontakan Angkatan Muda: Dari Desember Hitam sampai Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia

Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (GSRBI) adalah reaksi terhadap seniman angkatan tua yang dianggap mengalami stagnasi, tidak kreatif, hanya bisa mengulang dan berpegang teguh pada tradisi lama, di samping tidak mempunyai konsep kesenian yang jelas. Reaksi tersebut adalah kelanjutan dari pemecatan sejumlah mahasiswa STSRI ‘ASRI’, Yogyakarta yang terlibat maklumat Pernyataan Desember Hitam (1974), yakni protes…
-
KALACITRA: Kumpulan Esai Fotografi – Edisi Kedua

Kalacitra edisi kedua merupakan kumpulan esai fotografi karya Seno Gumira Ajidarma, dalam rentang waktu 1999-2024. Seno membaca foto dalam sejumlah pameran, karya lepas, foto-foto jurnalistik yang terbit di media massa maupun proyek fotografi yang diinisasi oleh sang fotografer. Cara pembacaannya menggunakan analisis filsafat eksistensi dan fenomenologi perihal makna ada atau keberadaan, diperkaya dengan pendekatan semiotik…
-
META-ESTETIKA: Studi tentang Morfologi Kritik

Buku ini menghadirkan sebuah eksplorasi langka tentang struktur kritik seni yang melampaui batas-batas disiplin tradisional. Dengan pendekatan lintas-cabang seni yang mencakup sastra, seni rupa, film, musik, hingga seni pertunjukan, buku ini berupaya merumuskan sebuah sistem klasifikasi kritik yang berlaku secara universal. Melalui konsep seperti sumbu pembacaan, kubus pembacaan, dan graf pembacaan, Martin menawarkan kerangka morfologis…
