Pada Tengah Malam Peradaban: Walter Benjamin tentang Seni dan Sejarah

Dunia kita hari ini bisa dikatakan merupakan pengulangan kembali sejarah dalam baju yang berbeda dari era kehidupan Walter Benjamin (1892-1940). Benjamin, sebagaimana pemikir yang lain di era itu, berjibaku tidak hanya di dalam pikiran tetapi pula di dalam pengalaman, dengan kondisi dunia yang centang perenang: PD I dan awal PD II. Mereka terkesima dan berupaya memahami capaian-capaian teknologi di era itu.

Refleksi Benjamin atas zaman tersebut tampak dalam banyak karya tulisnya yang sebagian besar berbentuk esai. Benjamin berkonsentrasi pada bentuk seni terbaru yang dimungkinkan oleh teknologi reproduksi mekanis pada zamannya. Di dalam refleksinya tersebut, seni memegang peranan begitu penting. Jika Marx menganalisis perkara ekonomi dalam hubungannya dengan teknologi reproduksi mekanis, maka ia menganalisa perkara kebudayaan. Pada refleksi sejarah Benjamin, karya seni mengemuka sebagai metafora utama pemikirannya. Adalah lukisan karya Paul Klee, Angelus Novus (1940), yang deskripsi tentangnya dipakai Benjamin sebagai rangkuman pemikirannya atas sejarah.

Penulis: Berto Tukan
Penyunting: Martin Suryajaya
Kata Pengantar: Hilmar Farid
Perancang sampul dan tata letak: Zulfikar Arief
Keterangan sampul: Paul Klee, Angelus Novus, 1920, monoprint, 13,8 x 24,2 cm
Cetakan Pertama, Juli 2026
i-xxviii + 348 hlm; 13,8 x 24,2 cm

ISBN: XXXXXXXXXX

Diterbitkan oleh Penerbit Gang Kabel. Untuk pemesanan silahkan kontak kami di:
E-mail: penerbitgangkabel@gmail.com
IG: @gang kabel
tokopedia: https://tokopedia.link/archive-gangkabel

Tinggalkan komentar