Kategori: Non Fiksi
-
Tinja dalam Susastra – 100 Esai (1981-2026)

Seratus esai di dalam buku ini, semuanya memang esai, tetapi dalam berbagai format: opini surat kabar, kolom majalah, resensi buku, pengantar, makalah diskusi, kajian tekstual, pidato, setengah-kredo, argumen penjurian, obituari, memorial, features, dan … ada juga endorsement! Terentang dari tahun 1981 sampai 2026, susastra terbincangkan dalam berbagai cara dan sudut pandang, selain dapat pula ditengok…
-
Sejarah Estetika (Cetakan ke-3)

Sejarah estetika adalah perjalanan pemikiran filsafat yang merentang selama lebih dari 2000 tahun. Di dalam jalur itu, estetika tidak cukup lagi dimaknai sebagai filsafat keindahan, melainkan filsafat kesenian. Peralihan dari estetika modern ke kontemporer, misalnya secara filosofis mewujud dalam interogasi ulang atas sejumlah besar anggapan yang telah berlaku umum dalam sejarah seni/estetika. Betapa peliknya definisi…
-
Seni, Iman, Islam – Kumpulan Esai Seni Rupa dan Agama (1957-1987)

Seni adalah wujud pengetahuan, yakni pengetahuan subjektif yang berterima dalam hubungan antarsubjek. Berbeda dengan ilmu, seni memantik kesadaran akan yang esensial dan sentral perihal manusia, alam dan Allah. Ilmu bekerja dengan metodologi ilmiah dan dibatasi ranah empiris, sedangkan pengetahuan seni bersumber dari lingkungan terdalam sekaligus tersembunyi. Itulah kredo Ahmad Sadali (1924-1987) sebagai seniman/intelektual muslim terkemuka.…
-
Pemberontakan Angkatan Muda: Dari Desember Hitam sampai Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia

Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia (GSRBI) adalah reaksi terhadap seniman angkatan tua yang dianggap mengalami stagnasi, tidak kreatif, hanya bisa mengulang dan berpegang teguh pada tradisi lama, di samping tidak mempunyai konsep kesenian yang jelas. Reaksi tersebut adalah kelanjutan dari pemecatan sejumlah mahasiswa STSRI ‘ASRI’, Yogyakarta yang terlibat maklumat Pernyataan Desember Hitam (1974), yakni protes…
-
Seniman dan Masyarakat: Ideologi-Ideologi Seni Rupa di Indonesia

Sejak karya Astri Wright (1994) dan Claire Holt (1967) yang sangat berpengaruh, hanya muncul sedikit buku dalam bahasa Inggris yang melihat praktik seni rupa di Indonesia secara utuh dan analitis. Kebanyakan buku yang ada menggambarkan biografi individu seniman dan praktik seninya, yang lain berfokus pada keterlibatan sosial dan aktvisme seni, terutama dalam gerakan atau periode…
-
S. Sudjojono dan Asal Mula Seni Lukis Kontemporer Indonesia

Sanento Yuliman (1941-1992) menunjukkan keberanian yang terkendali tetapi menyegarkan, menunjuk pada tak ajeknya narasi dan moralitas pribadi Sudjojono (1913-1986). Ia mendekonstruksi tokoh ini secara analitis dengan referensi ketat pada dokumen, korespondensi, karya-karya, serta rekan-rekan dan lawan bicaranya selama beberapa dekade. Di luar itu, Sanento tetap mengakui dorongan karismatik yang telah menyebabkan begitu banyak orang menghormati…
